Kehebatan dan Kontroversi Maradona di Piala Dunia 1986

TBDFEST.com – Para penggemar sepak bola di dunia, tentunya akan mengetahui PD 1986 di Meksiko. Dalam pergelaran di tahun tersebut, memiliki sebuah cerita yang tak pernah terlupakan tentang ketangguhan serta kontroversi pemain timnas Argentina, Diego Armando Maradona.

Kala itulah, pemberitaan Maradona terus diberbicarakan di seluruh dunia. Dimana gol pemain legendaris itu menciptakan “Tangan Tuhan” yang terus dikenang. Wajar, saja jika gol tersebut hingga kini masih heboh karena merupakan sejarah di ajang empat tahunan.

Pertandingan yang belangsung di Estadio Azteca, Meksiko City, Maradona menciptakan gol dengan menggunakan tangan pada menit 51. Apesnya bagi timnas Inggris saat itu, karena wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser melihat sang pemain mencetak menggunakan kepalanya.

Tak lama kemudian, para pemain The Three Lions pun melakukan protes. Namun, wasit yang memimpin jalannya pertandingan tak menanggapi dan tetap mengsahkan gol tersebut. Ini merupakan World Cup 1986 Meksiko, benar-benar penuh cerita menarik dan di penuhi dengan kontroversial.

Empat menit berselang, tepatnya menit ke 55, pemain bertubuh mungil itu pun kembali menjadi sorotan. Maradona kembali mencetak gol dengan skill individunya yang mampu melewati kelima pemain timnas Inggris. Yang diantaranya Peter Beardsley, Terry Butcher, Terry Fenwick, Peter Reid dan juga penjaga gawang Peter Shilton.

Terciptanya gol kedua itu mendapatkan julukan sebagai gol ‘abad ini’. Jika berbicara gol pertamanya, Maradona masih meyimpan rapat “aib” yang sampai kini terus dipertanyakan oleh banyak kalangan. Akhirnya, dia angkat bicara mengenai gol pertama ketika berhadapan dengan timnas Inggris di semifinal ajang akbar tersebut di tanggal 22 Agustus 2005.

Meski sebelumnya, memang banyak kalangan yang meyakini jika tim Tango mampu berada di Final Piala Dunia 1986. Kecurangan yang ditutupinya selama ini, Maradona mengatakan bahwa gol pembuka saat menghadapi Inggris karena adanya bantuan dari Tuhan. Dengan itulah, hingga kini gol tersebut dinamakan “Gol Tangan Tuhan”.

Sebelumnya, FIFA menunjuk tuan rumah PD 1986 di Kolombia. Akan tetapi, negara itu yang menyanggupi pergelaran besar internasional. Akhirnya, FIFA memutuskan memilih Meksiko sebagai tuan rumah. Sekaligus pertama kalinya dalam sepanjang sejarah PD, satu negara merasakan dua kali menggelar ajang akbar internasional bergengsi tersebut.

Tertunduknya Jerman di Tangan Maradona di Tahun 1986

Pengemar sepak bola di penjuru dunia, pastinya tak bisa melupakan dengan PD 1986 yang diselenggarakan di Meksiko. Ketika itu, Diego Armando Maradona menjadi sorotan publik. Dengan adanya gol tangan tuhan dan skill individunya yang mengecoh pemain Inggris menjadikan sejarah sepanjang PD.

Dalam laga pamungkas PD 1986, mempertemukan timnas Jerman berhadapan dengan timnas Argentina. Saat itu, gol pembuka yang diciptakan Argentina melalui Jose Luis Brown menit ke 23. Skor berubah menjadi 1-0 untuk tim Tango sampai babak pertama bubar. Memang banyak kalangan mengatakan Prediksi Final Piala Dunia 1986 dimenangkan oleh Argentina.

Menit ke 55, Jorge Valdano menambahkan keunggulan Argentina menjadi 2-0. Tetapi, Jerman langsung menyamakan kedudukan berkat Karl-Heinz Rimmenige dan Rudi Voeller. Sehingga skor menjadi imbang 2-2. Saat laga terlihat mudah untuk tim asuhan Carlois Bilardo. Beckenbauer memainkan penyerang lagi untuk bisa meningkatkan serangan mereka.

Namun, menit ke 84, Maradona yang menciptakan peluang untuk gol ketiga bagi tim Tango. Penyerang berjuluk El Pibe de Oro tersebut memberikan umpan kepada Jorge Burruchaga yang menyarangkan bola ke gawang Harald Schumacher. Gol ketiga itu, memastikan La Albiceleste meraih gelar juara dunia.